Kendati tak seorang pun bisa kembali ke masa lalu dan memulai awal baru, tetapi semua orang dapat memulai dari sekarang dan membuat akhir yang sama sekali baru. “A great pleasure in life is doing what other people say you can’t do it, so Just Do It !!! Never, ever give up, untill u Success !” ~Rudy Lim~
Seseorang akan dapat merubah dunia ini jika ia mampu mengubah dirinya sendiri. Untuk dapat menciptakan budaya yang sehat dan positif di dalam lingkungan sekitar kita, maka diri kita juga dituntut untuk bersikap lebih positif. Jadi setiap perubahan mestinya dimulai dari dalam diri kita sendiri, dan yang pertama kali harus diubah adalah pola berpikir kita. Sikap dan pola berpikir sangat erat kaitannya.
Dr. William James, Father of America psychology, mengatakan : “We can alter our lives by altering our altitudes – Manusia dapat mengubah kehidupannya dengan mengubah sikap dan cara berpikirnya.” Orang yang terbiasa berpikir positif selalu menemukan solusi-solusi cerdas. Sebab pikiran yang positif dapat bekerja secara sederhana, mencari ide dan segala kemungkinan yang berhasil.
Contohnya tentang sebuah kisah antara seorang ayah dan anak :
Suatu hari sang ayah sengaja membawa pekerjaan kantor ke rumah supaya semua tugas pekerjaan dapat segera dituntaskan. Tetapi sesampainya di rumah, anaknya merengek terus mengajaknya bermain. Sang ayah keberatan memenuhi permintaan anaknya, maka dicarilah akal supaya anaknya diam dan ia mempunyai kesempatan untuk menyelesaikan pekaerjaannya.
Pada saat itu, ia melihat sebuah majalah yang memuat peta dunia. Muncullah ide untuk menggunting peta dunia tersebut menjadi beberapa bagian. Setelah itu, sang ayah memberikan potongan-potongan peta dunia itu kepada anaknya seraya berkata, “Nak, kalau kamu sudah selesai menyatukan potongan-potongan kertas ini, maka ayah akan menemanimu bermain.”
Sang ayah berpikir bahwa pekerjaan menyatukan potongan peta dunia itu akan sulit sekali dan memakan waktu sekurang-kurangnya 30 menit. Sehingga ia dapat leluasa menggunakan jeda waktu tersebut untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tetapi tidak lama kemudian, sekitar 5 menit, sang anak sudah kembali kepada ayahnya sambil memberikan potongan-potongan peta dunia yang telah disatukan. Sang ayah tercengang, “Hah, mana mungkin anak sekecil ini sudah tahu dimana letak America, Afrika. Dan Eropa, Aneh sekali?” Karena potongan peta itu benar-benar terletak pas pada posisi yang seharusnya.
Maka dengan penuh keheranan sang ayah bertanya kepada anaknya : “Bagaimana kamu bisa melakukannya ?” Keheranan sang ayah terjawab, tatkala anak itu berkata, “Tidak sulit, Ayah, menggabungkan potongan-potongan kertas itu. Karena dibalik gambar peta itu ada gambar kepala manusia. Jadi saya benarkan saja kepala manusianya, maka benarlah gambar dunia ini.”
Anak kecil itu sanggup menyelesaikan soal yang sulit sebab ia berpikir secara sederhana saja. Tidak ada prasangka, keinginan untuk dipuji, kebencian dan pikiran negatif lain yang mempengaruhi anak tersebut. Ternyata begitu mudah menemukan solusi cerdas yang mempermudah kehidupan kita dengan berpikir positif. Jadi apa salahnya kita menerima setiap kenyataan apa adanya, dan memandang sisi positif untuk menemukan solusi cerdas berikutnya. Tanyakan pula, apa ruginya berpikir positif, dan apa untungnya selalu berpikir negatif?
Sama sekali tidak ada keuntungan bila kita hanya memikirkan sisi negatif dari setiap kenyataan yang harus kita terima. Yang ada hanyalah belenggu, yang menyebabkan kita tidak tenang bekerja dan menghambat kemajuan. Dengan berpikir positif maka kita akan menemukan banyak sekali jalan keluar. Sebaliknya, bila kita berpikir negatif maka kita akan selalu menemukan halangan. John Wooden, mantan pelatih basket UCLA, menegaskan,“Segalanya ternyata paling baik bagi orang-orang yang memetik manfaat dari bagaimana segalanya terjadi.” So Be Positive !
Semoga bermanfaat, dan Salam Hebat Luar Biasa !
~Rudy Lim
Ketika Colombus menyeberangi lautan Atlantik yang sukar dan penuh dengan tantangan yang membahayakan, tidak tahu kemana arah ia berlayar. “Hari ini kami berlayar pada lintasan WSW”, tulisnya pada buku hariannya. Pada saat itu, Columbus pasti dipenuhi dengan harapan dan keyakinan bahwa dia diarahkan secara benar agar tepat pada tujuan yang ingin dicapai.
Pada saat itu, tentu ia juga mempunyai keraguan dan keputusasaan, bahwa ia
tidak akan sampai pada tujuan, ia bisa saja tidak hentinya terombang-ambing di tengah lautan yang menggelora, mungkin ia juga bisa kehilangan dunia ini selama-lamanya. Hal-hal lain bisa juga mungkin terjadi lebih buruk, misalnya kapalnya rusak dan tenggelam, para awak kapal yang mulai panik dan memberontak, Apakah Colombus juga kadang-kadang kehilangan harapan dan keyakinannya ? Tentu saja ia pernah mengalaminya. Read the rest of this entry »
Sering kali kita diberitahukan bahwa untuk Sukses dibutuhkan : “kegigihan, ketekunan, dan ketetapan hati”. Mari kita lihat kutipan terkenal dari Calvin Coolidge : “Tidak ada di dunia ini yang bisa menggantikan ketekunan. Bakat tidak bisa, tidak ada yang lebih umum dari pada seorang yang tidak sukses padahal memiliki bakat. Jenius juga tidak, seorang jenius tanpa penghargaan adalah kutipan yang hampir jadi. Pendidikan juga tidak, dunia ini penuh dengan orang berpendidikan yang nasibnya terlantar. Ketekunan dan kenekatan sendiri adalah omnipotent (abadi). Slogan “Terus Maju” telah menyelesaikan dan selalu akan menyelesaikan masalah setiap ras manusia”.
Tetapi, yang herannya, Sampai saat ini saya masih sering melihat orang-orang yang “tekun dan nekad” namun berada di trek (jalur) yang salah dalam apa yang mereka lakukan. Jika anda kehilangan uang untuk setiap buah mangga yang anda jual, jangan nekad untuk menjual lebih banyak. Tapi segeralah cari tahu apa yang salah. Read the rest of this entry »
Pada usianya yang ke-34, Florence Chadwick memiliki tujuan untuk
menjadi wanita pertama yang berhasil berenang dari Pulau Catalina
menuju pesisir California.
Jutaan Orang menyaksikan usahanya tersebut melalui pesawat televisi pada tanggal 4 Juli 1952. Florence terlihat berjuang di hamparan lautan yang kelihatannya seperti padang es yang tak bertepi dan yang dikelilingi kabut yang sangat tebal. Begitu tebalnya kabut itu sehingga bahkan ia tidak dapat melihat perahu yang mengawalnya. Ibu dan pelatihnya berada dalam perahu itu sambil
terus memberian dorongan dengan berteriak: “Ayo, sedikit lagi sudah
hampir sampai !”
Florence terus berjuang untuk melawan air laut yang dinginnya menembus kulit sambil menghindari ikan-ikan hiu yang berenang kearahnya. Ikan-ikan hiu itu hanya dapat diusir melalui tembakan senapan. Read the rest of this entry »
Sebelumnya saya telah meminta kepada Anda, dan sekarang meminta lagi untuk meluangkan 5 menit tiap hari, masuk ke ruang pikiran Anda. Tentu saja, ini ruang imajiner. Anda seharusnya membayangkan diri Anda sedang duduk di sebuah kursi dan ketika Anda memandang keluar jendela, Anda melihat sebuah geyser (air mancur panas) melepaskan uap air. Ini simbol Anda sedang membiarkan ketegangan-ketegangan yang telah menekan Anda selama aktivitas sepanjang hari.
Anda harus memeriksa diri Anda. Anda memiliki aset-aset dan kekurangan-kekurangan. Kekurangan Anda adalah ketakutan, kesunyian, kemarahan, dan ketidakpastian. Sedangkan aset-aset Anda adalah iman, pengertian, belas kasihan, dan rasa harga diri.
Kelemahan-kelemahan Anda, emosi-emosi yang destruktif merupakan racun mematikan yang mempengaruhi batin Anda (Anda bagian di
bagian dalam). Mereka mengaburkan citra diri Anda. Keraguan dan ketakutan Anda yang tidak berakhir merupakan kekejangan urat dan kerusakan yang tiada akhirnya, suatu kelumpuhan yang tidak akan sembuh. Kemarahan Anda dapat mencaci maki orang lain tetapi terlebih akan mengkianati Anda sendiri. Read the rest of this entry »